Troli  

(kosong)

Pembayaran

Butuh Bantuan?

Customer Service

Yahoo detect ...



Marketing

Yahoo detect ...



Yahoo detect ...


Silsilah Marga-Marga Batak

Silsilah Marga-Marga Batak

Buku ini merupakan cetakan keempat.

More

Rp.80,000

7 items in stock

Menggunakan nama marga dibelakang nama bertujuan sangat positif, yaitu agar tetap merasa satu keluarga. Bila tetap merasa satu keluarga pada gilirannya tumbuh berkembanglah kebersamaan dan kerukunan. Seperti dikatakan penulis bahwa satu marga itu adalah sisada lulu anak sisada lulu boru,yaitu merasa sama-sama memiliki dan sama-sama memberi tanggung jawab atas anak dan boru dari marga yang sama.


Bila satu marga terjalin kebersamaan dan kerukunan satu rumpun marga pun diharapkan demikian maka satu suku bangsa pun akan terjalin kebersamaan dan kerukunan. Bila satu suku bangsa sudah rukun, tentu menjadi suatu kekuatan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Leluhur kita mengatakan : Tampakna do tajomna, rim ni tahi digogona.

Penulis buku ini memaparkan pertalian leluhur marga dan pertalian leluhur rumpun marga, seperti diakuinya adalah berdasarkan studi perpustakaan, yaitu dari buku-buku yang ditulis pendahulu kita dan beberapa narasumber. Mungkin saja tidak sesuai dengan apa yang diketahui marga yang bersangkutan. Itu tidaklah berarti melecehkan marga atau rumpun marga yang bersangkutan, tetapi justru untuk mendorong kita semua menghilagkan hal-hal yang berbeda tersebut. Bila sesama semarga masih berbeda jalan pikiran mengenai silsilah marganya, melalui buku cetakan ke empat ini diharapkan kelak kita mempunyai silsilah yang baku, yang disepakati semua pihak.

Upaya penulis (Drs. Richard Sinaga) mendokumentasikan pemikirannya mengenai silsilah marga-marga Batak ini patut kita hargai. Hal yang emnajdi perhatiannya hendaklah menjadi perhatian kita semua.

Suku bangsa Batak adalah komunitas kekerabatan yang penuh dinamika kehidupan karena didasari tatanan sosial yang baku melalui ajaran Adat Dalihan Natolu (DNT). Ajaran Adat DNT adalah filosofi hidup Batak yang memiliki nilai moral yang tidak hanya berperan sebagai tatanan sosial tetapi juga berperan sebagai tuntutan hidup dalam kekerabatan marga-marga Batak.

Pengalaman ajaran ber-"marga" adalah salah satu tanggung jawab kultural Bangsa Batak. Diluar itu ada 2 (dua) lagi tanggung jawab kultural Batak, yaitu :
1. Pengamalan dan pelestarian Tano Batak sebagai Bona Pasogit
2. Pemahaman dan pengamalan Budaya Batak

Ketiga unsur dan tanggung jawab kultural Batak memiki peran utama untuk menempatkan warga Batak memiliki kapasitas moral yang baku untuk mampu mengikuti kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia.

Semoga penerbita Buku ini bermanfaat menggalang kebersamaan dan kerukunan sesama marga dan sesama warga NKRI.