Troli  

(kosong)

Pembayaran

Butuh Bantuan?

Customer Service

Yahoo detect ...



Marketing

Yahoo detect ...



Yahoo detect ...


Kearifan Indonesia : Batak Toba

Kearifan Indonesia : Batak Toba

Price lowered! Rp.80,560

Rp.100,700 tax incl.

(price reduced by 20 %)

2 quantities
-20%

SINOPSIS

Sumber dari kearifan adalah hidup itu sendiri. Karenanya, setiap orang sesungguhnya dapat merumuskan kearifan bagi dirinya sendiri. Yang diperlukan hanyalah sejenak waktu hening dalam kehidupan yang bergegas ini untuk melakukan berdialog dengan diri sendiri, mengurai setiap kejadian dalam hidup, lalu, dengan hati yang senantiasa mau belajar dan diajar, memetik pelajaran. Kearifan hasil pergulatan batin sendiri ini adalah kearifan terbaik. Keterlibatan kita dalam merumuskannya memberikan dorongan lebih untuk mau menerapkannya.

Namun harus diakui, bagi banyak manusia di zaman ini, waktu hening adalah kemewahan. Kita dipacu untuk terus berlari. Dan ketergesaan tak menyisakan ruang untuk memikirkan kearifan apa pun. Atau, kalaupun ada, kearifan sebagai buah dari ketergesaan itu adalah kearifan yang pragmatis, dirumit-rumitkan, dan tidak didasari oleh semangat belajar yang murni. Itulah yang membuat kita mengalihkan pandang ke kearifan orang lain, dari negeri-negeri yang jauh. Lupa kita bahwa nenek moyang kita dulu juga meninggalkan petuah-petuah yang sangat berharga, yang terpelihara dan diajarkan turun-temurun, mewarnai budaya, tingkah laku, dan kepribadian generasi selanjutnya.

Buku ini adalah sebuah upaya untuk menggali kearifan dari negeri sendiri - dalam hal ini dimulai dari tanah batak. Kumpulan petuah ini menggambarkan bagaimana leluhur orang batak memetik pelajaran dari hal-hal yang sangat dekat dengan kehidupannya. Kearifan mereka rumuskan dari memandang mata air, melihat mata kail, menghalau sekawanan kerbau. Dekat. Bening. Sederhana. Namun kedekatan, kebeningan, dan kesederhanaan itu justru menyampaikan kearifan yang berharga dan relevan. Interpretasi penulis sengaja dibuat minimal untuk memberi ruang lebih luas bagi pembaca untuk melakukan interpretasi pribadinya sendiri. Tujuh puluh dua kearifan dalam buku berusaha menyentuh berbagai aspek karakter kita, sambil menawarkan nuansa tradisional yang tanpa sadar telah terlupakan.

 

Banyak petuah yang bagus dan layak disandingkan dengan sekarang ini.. sedikitnya adalah:

Hansit mulak mangido, hansitan do mulak mangalaen..

To be denied a wish stings, but it hurts more to give and be rejected..

Meminta tak diberi memang sakit, namun lebih sakit memberi tapi tak diterima..